AMIEN RAIS P4NIK! ELITE KOALISI PRABOWO DIPOLISIKAN KASUS RATNA SARUMPAET

KabarTerkini News · 49,764 views
kasus hoaks ratna sarumpaet, elite koalisi prabowo dipolisikan, amien rais dipanggil polisi soal kasus ratna sarumpaet, Mahfud MD Sarankan Amien Rais dan Prabowo Penuhi Panggilan Polisi

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, menyarankan pada Amien Rais dan Capres Prabowo Subianto untuk memenuhi panggilan polisi terkait kasus kebohongan Ratna Sarumpaet.

"Datang saja dan jelaskan, mereka kan tidak tersangka dan menyatakan sama sekali tidak diduga," ujar Mahfud MD usai memberikan kuliah Kebangsaan di Unika Soegijapranata Semarang, Senin (8/10/2018).


Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Idelogi Pancasilaini berujar, awalnya mereka berniat membela Ratna kemudian melakukan jumpa pers. Namun mereka tidak tahu jika ternyata Ratna Sarumpaet berbohong.

"Prabowo dan Amien Rais juga akan mengajukan pra peradilan hari ini. Namun, sebenarnya hal itu tidak bisa, belum tersangka kok sudah memasuki pra peradilan," terangnya.

Mahfud menyatakan, jika mau praperadilan harusnya sudah dinyatakan tersangka, misal dipanggil lalu dinyatakan tersangka. Kalau baru dipanggil tidak bisa dengan pra peradilan.

Sedangkan Ratna boleh mengajukan pra peradilan, misalnya untuk penetapan tersangka menjadi tidak bersalah.

"Berdasarkan UU No 1 tahun 1946, Ratna terbukti menimbulkan keonaran atau kontroversi di tengah- tengah masyarakat," jelasnya.

Ratna mengaku usai dihajar orang di Bandung dan dirawat di Rumah Sakit hingga babak belur. Padahal sebenarnya Ratna mengalami lebam karena efek samping operasi sedot lemak yang dijalaninya di RS Bina Estetika, Jakarta Pusat.

"Ratna menjadi tersangka sudah tepat karena dia menyiarkan berita yang menimbulkan keonaran berdasarkan UU no 1 tahun 1946 pasal 14 ayat 1 dan diancam 10 tahun penjara," tuturnya.

Mengenai permohonan peralihan jenis penahanan menjadi jenis tahanan kota, menurut Mahfudz secara hukum membolehkan tahanan kota dan itu biasa dilakukan yaitu orang tidak boleh keluar kota, tanpa izin aparat keamanan.

"Tetapi, itu bisa diberikan bisa tidak, tergantung pada pertimbangan polisi apakah ini akan menyulitkan proses hukum atau tidak,"tukasnya.

Misalnya saja tidak dikhawatirkan menghilangkan barang bukti, tidak dikhawatirkan untuk lari, tidak akan mengulangi maka hal itu bisa dilepas sampai ada putusan pengadilan. Tetapi itu semua tergantung polisi.